Minggu, 08 Mei 2011

Gelisahku

... M. Syafi'ie

Seringkali, gelisah memadati urat-uratku
Bertarung dengan harapan-harapan
Kecemasan beraduk kencang dengan cintaku

Ingin kurengkuh rembulan
Terangi kegelapan
Ingin kudekap mentari
Hidupkan bunga-bunga pagi
Hingga terang dimataku kebahagiaan bumi pertiwi

Namun,
Kulihat tangan-tangan jahil :
Mengeruk beringas bumi
Menghisap sarinya
Sampah berserakan, busuk baunya
Kucium bumi telah mengalir nanah

Kupandangi asap hitam mengepul di pabrik-pabrik yang jutaan
Milyaran buruh berjejer-jejer dibawah lampu neon
Bekerja siang-malam
Seringkali mereka membakar pabrik karena ketidakadilan upah

Kurasa bumi sudah tandus,
Air tercemari,
Hutan-hutan mengundul,
Lumpur Industri menggenangi bumi

Duniaku tak lagi aman
Dimataku, darah telah deras menggenangi jejak-jejak bumi
Berbencak kemana-mana

Allah,
Sungguh aku selalu gelisah tak menentu

Yogyakarta, 16 Juli 2009

Tidak ada komentar: